Catatan harian Seorang guru muda yang ditempatkan di daerah transmigrasi Kota Binuang Kab,Tapin yang mengawali pengabdiannya pada maret 2015... Seorang guru amatir yang mencoba menuangkan segala aktifitas mengajarnya di blog ini

Articles by "Diary bu guru"

Guru Penggerak

Tergerak, Bergerak dan Menggerakan!!



Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

    Perjalanan dalam Program Guru Penggerak sangatlah luar biasa, lika-liku sampai di titik ini adalah pencapaian yang harus diapresiasi dan dihargai. Cara menghargainya adalah dengan meresapi dan mengamalkannya secara pelan tapi pasti apa yang sudah dipelajari dalam modul-modul Program Guru Penggerak ini.

    Pada Modul 3.1 ini saya mempelajari mengenai Cara Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab sebagai Pemimpin Pembelajaran. Saya teringat dengan berbagai buah fikiran Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yang beliau tuangkan dalam filosofinya, di antaranya adalah tentang Pratap Triloka yang berbunyi "Ing ngarso sung tuladho, ing madya mangun karso, Tut wuri handayani" , semboyan tersebut artinya adalah "di depan memberi teladan", "di tengah membangun motivasi", dan "di belakang memberikan dukungan". Semboyan tersebut ternyata sangat relevan dengan kompetensi pengambilan keputusan, dimana setiap keputusan diambil dengan mempertimbangkan banyak hal, dan juga dengan bersinergi dengan rekan sejawat lainnya yang masing-masing memiliki kemampuan  serta pengalaman dalam memberikan masukan dan pendapat. 

    Nilai-nilai guru penggerak yang sudah dipelajari sebelumnya juga dapat menguatkan kompetensi Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab, sebab dalam mengambil keputusan kita harus mampu berkolaborasi dengan rekan sejawat, berusaha untuk mendapatkan opsi trilema (inovatif), dan mengusahakan keputusan yang berpihak pada murid, kemudian secara mandiri mempertanggung jawabkannya serta merefleksikan keputusan tersebut, setelah dilaksanakan.

    Kompetensi Caoching yang sudah dipelajari pun dapat digunakan dalam merefleksikan hasil keputusan yang sudah dibuat, Guru Penggerak bisa memfasilitasi Pemimpin Pendidikan dalam sesi coaching untuk mencari tau sejauh mana harapan, dan seperti apa rencana, pelaksanaan dan tindak lanjut dari pengambilan keputusan itu sendiri, selain sebagai bahan refleksi, juga sebagai pembelajaran bagi kita semua.

    Kompetensi Sosial Emosional pun harus dapat dimiliki oleh Guru Penggerak sebab dalam pengambilan keputusan harus dalam keadaan tenang, fokus dan mindfulness serta diharapkan mampu memiliki kepekaan dan kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain.

    Saat membahas studi kasus yang disajikan LMS dan juga kasus yang dialami rekan sesama CGP berkaitan dengan pengambilan keputusan , membuat saya sadar bahwa dalam mengambil keputusan perlu kerja sama, jam terbang atau pengalaman yang tinggi dan yang terpenting adalah Guru diharapkan memiliki nilai-nilai kebajikan dalam dirinya yang dia yakini yang dapat dijadikan acuan dan pedoman, agar dapat memutuskan dan memilih dari sebaik-baik keputusan. Lalu bagaimana keputusan dianggap tepat? keputusan yang tepat dilihat dari kebermanfaatannya yang lebih banyak, dan dilihat dari kepuasan dan keadilan bagi berbagai pihak.

    Tantangan-tantangan yang pernah saya hadapi dalam mengambil keputusan biasanya terkait dengan Dilema Etika dimana harus memilih antara dua hal yang sama benar dan sama pentingnya, dan jikalau bisa menghadirkan opsi trilema, apalagi jika berkaitan langsung dengan masa depan / nasib pihak yang terkait, pasti sangat dilema.  Yang sering saya alami adalah paradigma keadilan vs kasih sayang dan kebenaran lawan kesetian, rasanya pasti sulit sekali memutuskan perlu waktu , kolaborasi dan pengujian yang matang.

    Terkait pengambilan keputusan untuk peran kita sebagai pemimpin pembelajaran di dalam kelas biasanya berkaitan dengan manajemen kelas dan kegiatan belajar mengajar, dalam menentukan bagaimana cara manajemen kelas dan pelaksanakan KBM yang dapat memerdekan murid tentu perlu waktu untuk mengkaji kebutuhan apa yang diperlukan murid kita yang beragam, strategi apa yang tepat digunakan misalnya strategi Pembelajaran Berdiferensiasi maka diferensiasi apa yang disiapkan, berapa lama waktu yang diperlukan, apa saja yang diperlukan untuk menunjang kegiatan dll harus benar dipersiapkan. Sebab keputusan kita sebagai pemimpin pembelajaran pada hari ini dapat berkaitan dengan masa depan murid kita nanti. Karaktekristik dan cara kita dalam bekerja dapat menjadi tauladan bagi mereka, Pandangan kita dan pesan moral yang kita sampaikan bisa mereka jadikan pedoman. 

    Kesimpulan akhir yang dapat saya tarik adalah ada keterkaitan atau koneksi yang siginifikasn antar modul yang sudah saya pelajari sampai modul 3.1 ini, dimana semua modul saling bersinergi untuk mewujudkan agen pembaharuan yang mau tergerak untuk berubah, bergerak, dan menggerakan orang lain.

    Modul ini adalah pembelajaran baru dan pengalaman baru bagi saya, pelan-pelan saja, sedikit demi sedikit saya dapat memahaminya, menurut saya mengambil keputusan terutama berkaitan dengan Dilema Etika itu sangatlah tidak mudah, perlu banyak pengalaman, banyak bertanya dan berkolaborasi, perlu langkah-langkah pengujian sebelum memutuskan. 

    Sebelum mempelajari modul ini saya juga pernah dihadapkan dengan dilema etika, dan memang sulit untuk memutuskan , namun setelah mempelajari modul saya baru tahu ternyata ada kok langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengambilan dan pengujian keputusan yang kita buat tersebut.  Jadi modul ini memberikan saya dampak positif dalam keterampilan pengambilan keputusan, perubahan konsep berfikir saya bahwa dalam mengambil keputusan itu perlu waktu, jangan tergesa-gesa, perlu menelaah dampak, uji benar dan salah dan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Menurut saya modul ini sangat penting untuk dipelajari sebab sangat bermanfaat digunakan dalam berbagai situasi yang mengharuskan kita dalam pengambilan keputusan. 

"Ingatlah bahwa tidak semua orang akan berpihak pada keputusan kita, setiap manusia punya sudut pandang, akan tetapi berusahalah memilih jalan yang paling minimal mudharat dan maksimal manfaat"

Qoutes by : Nurul Khatimah,S.Pd







Sudah lama hilang dari dunia perblog-an ya....
dua bulan blog ini sepi,
mau bagaimana lagi mimin lagi disibukan dengan dengan tugas negara sebagai pelayannya masyarakat, karena tidak segampang yang dilihat tugas guru itu banyak, tidak hanya mengajar, tapi juga mengelola kelas, membuat administrasi kelas, melaksanakan bimbingan konseling ke siswa dan buanyaaak lagi. Tapi, itu sudah kodrat seorang guru, menjalani dengan ikhlas dan syukur adalah kuncinya, dua kata yang mudah diucapkan tapi gak gampang dilakukan.
Semoga kita selalu istiqomah ya.... Teachers

PNS Pegawai Negeri Sipil, adalah.... suatu pekerjaan yang banyak diidamkan semua orang di negeri ini, dianggap bisa memakmurkan kehidupan, mengangkat derajat sosial, menjamin masa tua dan lain-lain. Setiap tahun ada ribuan sarjana yang menunggu kabar baik tentang pengangkatatan PNS, info-info PHP , Penipuan berkedok "calo PNS" juga santer terdengar dan tidak sedikit orang yang mempercayainya. Namun tentu saja sebenarnya yang "instan" itu tidaklah manfaat, tidaklah barokah, dengan menjalani setiap proses perjuangan sedikit-sedikit kamu juga akan sampai pada puncaknya. Percayalah ^_^. 
Sebenarnya apa pengertian dari PNS itu sendiri ?. 
Pengertian PNS Menurut Undang-undang no .18 tahun 1974 tentang kepegawaian , dalam bab 1 pasal 1 huruf a uu tersebut menyebutkan bahwa : 
Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan Negeri atau diserahi tugas Negara lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Upss!!! Saya Lupa! PNS itu... Pelayan Masyarakat 

Namun itu hanya pengertian secara harfiah, dibalik itu ada banyak sekali tugas-tugas seorang PNS yang tidak kamu ketahui, PNS terikat kode etik, janji, peraturan kerja , SOP Standar Operasional Pelayanan, Jenjang Karir yang tidak mudah dan tidak dengan waktu singkat, dll, semuanya perlu proses, tidak ada "PNS kaya raya, kalau mau kaya jadilah pengusaha" adalah ungkapan yang pas sekali untuk para PNS . ^_^. 
Terlebih dari itu hal yang paling dilupakan adalah sebenarnya :

 

"PNS adalah pelayan masyarakat, pembantu, pesuruh, yg tugasnya membantu dan memudahkan masyarakat dalam ruang lingkup kerjanya masing-masing" 
dan semua itu tidak mudah, tak ada yang ingin jadi  Babu di muka bumi ini, semua orang pasti ingin jadi bos, tapi mau tidak mau itulah profesi kami, meredam egosentris, keakuan, bersosial, mengutamakan orang lain, tentu tidak mudah, perlu banyak waktu untuk terus belajar.

Semoga kita semua tidak pernah lupa dengan kodrat kita itu, dan berhenti berjalan sombong dan angkuh dengan seragam yang akan lapuk termakan zaman. Amin. 

#menolaklupa #mengingatkandirisendiri 











Assalamualaikum..... para guru-guru di seluruh Nusantara....
Semoga kita bisa menjalankan amanah kita sebagai abdi negara, sebagai pelayan masyarakat, sebagai generasi baru yang ikut serta membangun masyarakat. Amin.
#Penyemangatdiri
Mohon maaf sebelumnya bulan ini, ini adalah artikel pertama, saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk menulis karena satu, dua dan lain halnya, ^_^ padahal banyak sekali hal yang ingin saya bagi kepada kalian semua. Berbagi bukan karena kita lebih, berbagi bukan karena kita merasa mampu, tapi berbagi karena kita merasa perlu, perlu untuk menyampaikan sesuatu yang positif yang niatnya untuk bisa kita amalkan sama-sama.

Saya kadang berfikir apa di luar sana yang membaca artikel saya, ada yang nyinyir, ada yang mencibir, ada yang tidak suka, ada yang menganggap  saya anak baru yang sok tahu?
Namun, saya tepis itu semua, saya percaya yang namanya seorang "Guru" mereka adalah orang-orang yang memiliki hati dan jiwa besar dan mau menerima masukan baik dari siapapun dan dari manapun ^_^ lagi pula sedikitpun tidak ada niatan ingin menggurui siapapun saya hanya berbagi, dan ingin mengajak belajar bersama , saya pun begitu masukan dan pendapat dari yang tua bahkan yang lebih muda dari saya, selalu saya tampung dan pertimbangkan. 

Termasuk pendapat dari murid-murid saya.
Saya mau berbagi tentang kegiatan saya di awal semester/ awal tahun ajaran baru 
biasanya saya tidak akan langsung mengajar di hari pertama masuk, belajar setelah lama libur bagi anak terkesan semacam peralihan musim hujan ke musim panas, mereka perlu proses transisi untuk itu, mereka perlu kenyaman suasana belajar bahasanya mereka perlu "Menyatu dengan alam" terlebih dulu, setelah itu baru mereka siap untuk belajar kembali.

Adapun kegiatan yang saya lakukan di hari pertama masuk setelah libur meliputi :

  1. Bersih-bersih kelas dan mengatur denah tempat duduk murid yang baru, merupakan suatu ritual wajib yang kayaknya turun temurun selalu dilakukan dari zaman bahula, karena selain kebersihan adalah sebagian dari iman, kebersihan juga bisa bikin nyaman ^_^. Tempat duduk baru ? itu penting sekali untuk pembaruan dan penyegaran bagi murid saya bahakan melakukannya saban bulan. 
  2. Mengatur struktur kelas yang baru dan administrasi kelas lainnya. Administrasi lainnya yang dimaksud disini adalah tentang jadwal piket kebersihan kelas, piket pemimpin barisan, piket dirigen/pemalu menyanyikan lagu nasional (sebelum belajar), jadwal pemimpin do'a , jadwal instruktur yel-yel kelas (di kelas saya, murid-murid harus memiliki yel-yel kelas sendiri untuk menyemangati mereka sebelum belajar dan itu rutin mereka lakukan bersama-sama, bahkan meski gurunya berhalangan hadir sekalipun, mereka dituntut mandiri)
  3. Mebacakan dan mejelaskan kembali tata tertib kelas. Saya membuatnya sendiri dengan persetujuan Kepala Sekolah dengan hukuman-hukuman yang mendidik (insyaallah).
  4. Menghias kelas, 
  5. Meminta murid menuliskan kesan pesan dan kritik pada saya. Saya akan memberi merka selembar kertas kecil yang disanalah saya akan menemukan segala ungkapan hati, uneg-uneg dan perasan mereka terhadap cara saya mengajar, tidak melulu isi tulisan mereka adalah pujian beberapa anak malah mengkritik saya secara jujur dan apa adanya ada yang menulis "Bu guru kalau menulis jangan kecil-kecil" ada yang menulis "Bu guru kalau marah jangan cuekin saya" (karena emang anak yang satu ini, cara efek jera dia kalau lagi berulah cuman didiemin, he he he) dan banyak lagi ungkapan lainnya, ungkapan inilah yang jadi bahan intropeksi diri saya, oh... saya kurangnya disini, lebihnya disini, anak-anak sukanya belajar yang begini, kurang suka yang begitu, dan seterusnya. Ini semacam RAPOR bagi saya sebagai guru, saya pun masih belajar dari mereka tentang banyak hal, yah.... banyak hal, karena kita menjadi guru bukan karena kita pintar dari murid kita, kadang hanya karena kita "Lebih dulu tahu" dari mereka. 
  6. Dan yang terakhir dan terpenting adalah: membuat komitmen belajar. Saya akan kembali membagikan selembar kertas yang harus mereka isi dengan komitmen belajar yaitu perjanjian tentang apa yang akan mereka gapai di tahun ini, apa yang akan mereka rubah dari prilaku belajar mereka, setelah saya tanda tangani maka kertas tersebut akan ditempel di atas meja mereka masing-masing agar sewaktu-waktu bisa mereka baca sebagai bahan kontrol diri. 
    Aku Guru Muridku Muridku Adalah Guruku

Contoh : Komitmen Belajar

Dan itu tadi sedikit pengalaman yang dapat saya bagikan, semoga bisa menjadi bahan referensi bagi kita semua.
Saya memohon maaf jika terdapat kesalahan baik dari segi penulisan atau pemilihan kata , saya juga wellcome sekali terhadap masukan dan mungkin pengalaman lain dari guru-guru lainnya. 

Intinya meski kita seorang guru kita tak hanya mengajar, tapi juga belajar.... dan terus belajar...


Salam Pendidikan!!

Wassalamualaikum.WR.WB

^_^
by:Nurul Khatimah,S.Pd 












Seluruh sistem pendidikan selalu mengharapkan perbaikan dan pembaharuan yang inovatif
selalu mengusahakan agar pendidikan indonesia dapat maju dan berkembang.
Kurikulum menjadi salah satu acuan atau alat pencapainya dan kita para pengajar adalah pelakonnya.
setiap kurikulum manapun selalu mewanti-wanti kita para pengajar untuk terus mengadakan kegiatan belajar mengajar yang PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)
kunci keberhasilan PAKEM menurut saya cuma 1 yaitu "Menyenangkan" jika sudah menyenangkan tujuan yang lain lebih mudah dicapai.

terlebih dahulu buatlah suasana kelas menyenagkan bagi murid
beri kesempatan bagi mereka untuk menuangkan ide mereka, kelas seperti apa yang mereka inginkan,
buatlah pembaruan denah tempat duduk setiap bulan
dan tentunya lakukan segala pembaruan itu bersama-sama
sehingga selain kreatif dan inovatif mereka juga solid

Foto ini saya ambil ketika saya bersama murid-murid saya waktu itu di awal tahun ajaran baru kelas IV, sedang menghias kelas dengan panorama keindahan alam daratan dan lautan yang memang ada dalam standar kompetensi pembelajaran IPS kelas IV.

Seru sekali bisa bekerja sama dengan mereka,
Pertama-tama kami membuat pola menggunakan pensil di kertas berwarna, pola yang dibuat sudah dirembukan dan dipilih bersama.
Kemudian berbagi tugas menggunting kertas sesuai pola
Finally, tinggal ditempel di dinding kelas dengan penuh hati-hati
Selain hasilnya memuaskan bisa mempercantik kelas, kegiatan ini memiliki proses yang menyenangkan.... tak cuma bisa jadi hiasan dinding tapi juga bisa menjadi media bermain / imajinasi murid-murid
Have Fun My Beloved Student ^_-

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget