Catatan harian Seorang guru muda yang ditempatkan di daerah transmigrasi Kota Binuang Kab,Tapin yang mengawali pengabdiannya pada maret 2015... Seorang guru amatir yang mencoba menuangkan segala aktifitas mengajarnya di blog ini

Articles by "PembaTIK"

Bergabung dalam pembaTIK level 4 merupakan kesempatan emas bagi saya, bukan tentang sebuah kesempatan berkompetisi melainkan kesempatan meraup ilmu dan pengalaman berharga yang tentu belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Rasa syukur yang tak terhingga mengenal dua puluh sembilan Pendidik hebat di Provinsi Kalimantan Selatan ini dan tiga Duta Rumah Belajar yang sedia 24 jam membimbing kami.

Tak hanya itu sebelum kelas PembaTIK level 4 dimulai kami juga mendapatkan kuliah umum dari para narasumber inspiratif di bidangnya, yang tentu banyak memberikan motivasi dan pengetahuan baru bagi kami di bidang TIK, di bidang karya tulis dan juga publik speaking. kegiatanpun dilanjutkan dengan Coaching (bimbingan) yang dibina langsung oleh PTP Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud RI semuanya dilaksanakan secara daring, sekeren itu....... saya masih tidak percaya ada di tahap ini💕. 

PembaTIK Level 4


Ternyata tak sampai disitu, dalam perjalanannya kami mempelajari modul-modul yang sangat "berisi" dan rasanya tak cukup waktu sebentar mempelajarinya, sembari mempelajari modul para Duta Rumah Belajar Kalimantan Selatan pun selalu memberikan wejangan dan pengetahuan lain sekitar TIK dan juga sosialisasi. Kamipun membuat sebuah acara Talk show daring guna mengetahui langkah perjuangan dari Duta Rumah Belajar di seluruh Indonesia yang ternyata mampu memberi insiprasi tentang sebuah dedikasi bagi kami semua. Kegiatan itu "Ngopi Pahit" namanya singkatan dari ngobrol inspirasi paling hits.
PembaTIK Level 4
Kegiatan talk show tersebut diikuti oleh 22 provinsi dan beruntungnya saya mewakili Provinsi Kalimantan Selatan secara kebetulan untuk menjadi moderator di "Ngopi Pahit sesi 1" dengan narasumber Duta Rumah Belajar Terkreatif dari tahun 2017 Bapak Wahyudi S.Pd, 2018 Mas Fakhrudin Sujarwo dan 2019 Kang Asep Panji Lesmana. Ngobrolnya seru sekali sampai lupa dengan waktu, dan kesimpulan yang saya ambil dalam obrolan tersebut adalah : 



"Bahwa sukses itu tentang bagaimana kita memandang bukan atas pandangan orang lain"
"Untuk menjadi yang terbaik, maka berikanlah yang terbaik"
"Sukses datang ketika memberikan kinerja kita yang totalitas , terstruktur dan sungguh-sungguh"

PembaTIK Level 4
itu hanya sekelumit kisah tentang serba serbi serunya kegiatan PembaTIK level 4 ini, selain menambah ilmu, menambah pengalaman juga menambah teman di seluruh Nusantara. semoga berakhirnya kegiatan pembaTIK Level 4 ini sebentar lagi, tidak lantas memutus rantai Berbagi , semoga kami selalu giat untuk belajar dan menjadi gelas kosong, namun juga ringan untuk berbagi sebelum gelasnya penuh sekalipun. 



Jangan lupa ya....Kunjungi Laman

https://belajar.kemdikbud.go.id/


Merdeka Belajarnya

Rumah Belajar portalnya

Maju Indonesia!!



By: Nurul Khatimah,S.Pd,Gr

Ada banyak Pendidik yang tidak familiar dengan istilah pembaTIK. Tak sedikit yang mengira itu adalah pelatihan membuat batik, Aku hanya tertawa kecil dan menjelaskan semampunya.

“Memangnya Pembatik itu untuk apa? kamu mau usaha sambilan bikin batik gitu? Oh iya... kamu kan pernah ya bikin sasirangan, jadi mau bikin batik sekarang?”ucap seorang Ibu Guru setengah baya padaku.

Kami Pengrajin baTIK

“Yah... memang kami sedang membuat baTIK” jawabku sambil tersenyum manis.

“Wah.... kok bisa Ibu Guru bikin batik juga, apa gak repot?” Jawab beliau kembali dengan sedikit heran

“Enggak kok, bikinnya kan bisa sambil duduk-duduk di rumah” jawabku iseng.

“oh....sudah punya karyawan gitu, jadi bos nih ceritanya” jawab beliau dengan sedikit menggoda.

Kami Pengrajin baTIK

“Enggak kok.... bikin sendiri juga” jawabku singkat biar beliau penasaran.

“repotnya..... bikin batik itu lama lho.... terus jualnya gimana ? online ?” jawab beliau mulai antusias

“bisa online bisa offline bu”jawabku lagi.

Kami Pengrajin baTIK

“berapaan ? motifnya gimana?” tanya beliau kali ini dengan sedikit mendesak.

Hal itu membuat tawaku sedikit menyembul di ujung bibir. Lantas ku keluarkan handphoneku dan ku tunjukan pada beliau salah satu video pembelajaran yang ku buat .

“Gratis bu.... ini... tinggal ibu cari di youtube saya....” ucapku sambil menahan tawa.

“Lha.... ini apa? Inikan video....”jawab beliau agak heran.

“iya bu..... saya kan bikin baTIK (bahan ajar berbasis TIK), membuatnya sambil duduk-duduk , kalau sudah jadi saya share gratis aja kok buat Pendidik yang perlu menggunakannya” jawabku sambil optimis.

“jadi ini batiknya...” kata beliau manggut-manggut “eh bikin begini susah gak sih? bagus ya, anak jadi mudah memahami pembelajaran lewat video begini” ucap beliau pada akhirnya.

“nah.... bu, nanti saya bersama Kepala dinas pendidikan Kab. Tapin akan melakukan Webinar kok, gratis diikuti semua Pendidik, ibu ikut aja, siapa tau nanti juga bisa bikin baTIK” jawabku sambil tertawa renyah.

Jadi membuat bahan ajar berbasis TIK itu seru kok, gampang-gampang susah "kalau ada kemauan pasti ada jalan" , pepatah itu selalu cocok buat siapa saja yang mau bergerak dan menuju perubahan yang lebih baik.

Kalau ingin mendapatkan pelatihan tentang membuat Pembelajaran Berbasis TIK “PembaTIK” tempatnya, disana kita juga dibekali berbagai pengetahuan untuk menambah wawasan baik pedagogik atau profesional, pelatihan ini gratis dan free sertifikat . Jadi jangan ragu untuk ikut PembaTIK tahun depan ya....

Foto ilustrasi dari simpatik.belajar.kemdukbud

Pendaftaran di https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/user/pembatik_2020



Jangan lupa ya....Kunjungi Laman

https://belajar.kemdikbud.go.id/


Merdeka Belajarnya

Rumah Belajar portalnya

Maju Indonesia!!


Perkenalkan nama saya Nurul Khatimah guru SD Negeri Pualam Sari 2 Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Saya asli Kabupaten Banjar akan tetapi merantau ke Kabupaten Tapin karena kebetulan tahun 2015 pengangkatan CPNS Guru SD terdekat dari tempat tinggal orang tua saya hanya di kota ini. Jadi tahun ini genap lima tahun saya merantau di kota kedua yang sangat saya cintai.

Dimana kaki dipijak disitu langit dijunjung. Sepertinya pepatah lama itu tak pernah bisa kita tinggalkan. Meski tak ada saudara ataupun kenalan saya membangun citra diri saya sendiri, benar-benar dari nol. Saya ingin bercerita sedikit, dulu sebelum digitalisasi ikut pelatihan pun jarang, karena siapa yang mengenal saya di kalangan dinas ? Pada akhirnya saya berkesempatan mengikuti pelatihan pertama saya pada tahun 2015 akhir di BTIKP Prov. Kalimantan Selatan tentang pelatihan TIK Dasar ,itu pun berkat teman saya yang ditunjuk berhalangan hadir dan memberi kesempatan emas itu pada saya.

Luar biasa rasanya pelatihan itu menjadi daya pikat pertama saya terhadap media pembelajaran berbasis TIK, waktu itu bersama pak Arie Mursandi kami diajarkan membuat media dari aplikasi Video Scribe beliau juga mendemonstrasikan tentang game AR . Disana saya merasa sangat receh diantara teman-teman yang lain, namun berkat pelatihan itu jiwa ingin tahu saya terpanggil.

 Tahun berikutnya BTIKP mengadakan lomba pembuatan media pembelajaran, kesempatan itu tidak saya sia-siakan, meski pemula meski harus banyak bertanya, saya coba membuat yang sederhana saja dan mengirimkannya. Meski hanya sebagai kontestan biasa dan tidak masuk nominasi, senang sekali rasanya karena saya juga mendapatkan undangan workshop dan bisa bertemu dengan guru-guru luar biasa di bidang TIK.

Empat tahun berlalu, lomba media pembelajaran jenjang SD di BTIKP ditiadakan (dan Alhamdulillah tahun ini dibuka kembali), dan selama empat tahun saya juga disibukan dengan tupoksi saya sebagai guru dan juga menjadi seorang ibu.

Tahun 2020 ini di tengah pandemi angin segar bagi saya bahwa diadakan pelatihan PembaTIK yang akan melatih guru-guru untuk membuat konten media pembelajaran berbasis TIK. Dengan sangat antusias saya ikut, meski kenyataan pahitnya kegiatan ini harus dilaksanakan secara daring (padahal sangat berharap ketemu langsung sama bapak ibu hebat). Namun semangat itu tidak surut, saya mengikuti kegiatan ini level demi level meski menurut saya tugas demi tugas tersebut cukup sulit karena saya yang tidak pandai secara teknis, namun saya  masih coba berusaha berjuang .

Pada akhirnya, sangat tidak menyangka berada di level 4 (berbagi) ini, yang katanya bisa berada di level ini mereka yang sudah ahli dan profesional. Ah, menurut saya tidak seperti itu, saya salah satu contoh bentuk yang masih tipis ilmunya.

Alhamdulillah atas segala kesempatan yang Allah beri, di level ini saya bertemu banyak guru-guru hebat. Ada yang ahli dibidang TIK, ada yang ahli dalam inovasi model pembelajaran, ada pula yang ahli dalam public speaking, sebenarnya dari pada berkompetisi kami malah seperti satu tim yang saling melengkapi.

Bicara tentang motivasi untuk menjadi Duta Rumah Belajar,sebenarnya Duta Rumah Belajar bukan goal utama saya. Saya bukan tipe orang yang mengukur keberhasilan dari hasil, tapi dari proses, menurut saya hadiah terbesar saya itu dapat menambah ilmu, mengasah skill, dan melakukan hal yang saya sukai. Mungkin seandainya DRB adalah tujuan saya, maka saya sudah mundur dari kemarin, karena saya tau ada banyak guru hebat di pembaTIK ini, beberapa mereka sudah lama menggeluti dunia TIK, adapula yang mahir membuat vlog dengan ribuan subscriber.

Lalu apa tujuan saya ? saya berfikir bahwa sedikit ilmu yang saya dapat ini bisa saya bagikan kembali kepada teman-teman guru lainnya agar mereka juga memiliki kemampuan TIK dan tertarik untuk mengembangkannya. Namun, tak selalu buah itu manis, tak selalu gayung bersambut. Ada beberapa yang meremehkan seolah menganggap itu bukan hal penting dalam tupoksi Guru, adapula yang pesimis merasa tidak akan mampu, ada pula yang tidak tertarik karena ilmu seperti ini dianggap tidak menghasilkan produk yang komersil.

Kata pak Deni Demian (DRB 2018)  orang gak akan mau gak akan ngerti gak akan percaya tanpa membuktikan dan melihat sendiri. Siapalah saya saat ini, namun jika menjadi DRB kelak membuat saya mendapatkan lampu hijau, membuat saya lebih didengar, membuat saya lebih dijadikan contoh untuk meningkatkan kemampuan TIK Guru-guru lain di Kabupaten saya, maka saya ingin menjadi Duta Rumah Belajar Provinsi Kalimantan Selatan 2020 ini.

Kelak siapa pun yang terpilih dialah yang paling pantas, dan semoga persaudaraan ini, kerjasama ini selalu ada meski 2020 telah terlewati. Aamiiin

Assalamualaikum.......
Untuk para guru sekolah dasar terutama yang mengajar di kelas tinggi, sangatlah penting memperkaya diri dengan berbagai macam model dan metode ajar, karena cara belajar anak jauh lebih kompleks, mereka cenderung ingin sesuatu yang baru dan lebih menarik, tak hanya itu implementasi media pembelajaran juga harus lebih dikuatkan, baik itu media pembelajaran yang konvensional, tradisional, atau media pembelajaran berbasis IT.
Tak ada salahnya kita sama-sama belajar menggunakan dan mengaplikasikan media pembelajaran tersebut, terutama yang berbasis IT, karena anak-anak zaman sekarang cenderung menaruh perhatian lebih terhadap hal yang berbau IT, bahkan kadang kita kalah canggih sama mereka ^_^.
( Photo : Kelas 5 SDN Pualam Sari 2 Lagi Nonton Media Pembelajaran, Tanpa adanya LCD, hiks , hiks )

Nah... karena itu yuk kita sama-sama belajar minimal ngerti media presentasi Power Point, sebelum masuk ke flash, video scribe dll. Dan paling tidak jika belum bisa membuat sendiri rajin-rajinlah download media-media pembelajaran di youtube ^_^, semoga kita bisa terus belajar ya.... pak guru bu guru.... Amin. 

Ini ada beberapa contoh media pembelajaran berbasis IT yang bisa jadi Referensi ^_^
IPA Kelas 5 Sekolah Dasar
"Gaya"


IPS Kelas 5 Sekolah Dasar 
"Sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia" 





MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget